Perilaku yang Bikin Nama Baik Dokter Tercemar

Jakarta, Dokter juga manusia, sehingga tak luput dari kesalahan. Tapi ada beberapa perilaku dokter yang menurut masyarakat bisa mencemarkan nama baik sang dokter, dan diharapkan hal itu bisa terus diperbaiki.
Status dokter begitu terpandang karena ilmunya yang tinggi sehingga sangat disegani oleh masyarakat. Namun kadang sosok dokter dinilai begitu arogan.Demikian dikatakan Irjen Pol (P) Dr dr H Hadiman, SpKO, SH, MBA, MSc dalam temu wicara ‘Membangkitkan Rasa Cinta Almamater Melalui Kebersamaan, Kesejawatan dan Kesantunan’ dalam rangka Dies Natalis Universitas Indonesia ke 60 Tingkat Fakultas Kedokteran di Aula FKUI Salemba, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Menurut Dr Hadiman ada beberapa kasus yang mencemarkan nama baik dokter diantaranya:
1. Salah diagnosa
2. Salah obat
3. Mengiklankan obat
4. Periksa pasien sambil melakukan hal lain dan tidak melihat muka pasien
5. Marah pada perawat di depan pasien
6. Periksa pasien berlebihan padahal tidak perlu
7. Abortus tawar menawar honor
8. Menghubungi pabrik obat untuk dapat imbalan
9. Menerima HP saat terima pasien
10. Bicara tidak senonoh, meraba pasien saat tidak ada perawat
11. Tidak mendahulukan pasien gawat, dan masih banyak kasus lainnya.
Read the rest of this entry »

Serba Cepat untuk si Pasien Gawat

Jakarta, Setiap detik bisa sangat berarti bagi pasien gawat darurat. Respons dan penanganan yang tepat merupakan faktor terpenting dalam menentukan keselamatan pasien gawat darurat.Selama ini jika ada panggilan gawat darurat biasanya hanya menggunakan mobil ambulance saja. Tapi kini ada pelayanan emergency (darurat) lewat udara dengan menggunakan helikopter atau pesawat jet seperti yang dilakukan Siloam Hospital Lippo Village.”Evakuasi medis bisa melalui jalur darat yaitu menggunakan ambulance maupun jalur udara dengan menggunakan pesawat jet, helikopter atau pesawat komersial. Jangkauan layanan meliputi seluruh Indonesia dan juga luar negeri seperti Asia, Eropa, Australia dan Amerika,” ujar dr Andry, CEO Siloam Hospital Lippo Village (SHLV) dalam acara peluncuran Siloam Medivac, di SHLV, Karawaci, Rabu (24/2/2010).
dr Andry menuturkan layanan ini dibutuhkan karena pasien gawat darurat seperti jantung, stroke atau kecelakaan lainnya memerlukan penanganan yang cepat dari pihak rumah sakit. Selain itu selama di perjalanan menuju rumah sakit, pasien akan tetap mendapatkan perawatan dan pengobatan dari dokter serta perawat yang kompeten menangani keadaan darurat untuk menstabilkan kondisinya.
“Fasilitas yang ada di dalam ambulance ataupun pesawat sudah memenuhi semua penanganan yang diperlukan untuk emergency seperti mobile ventilator, alat kejut jantung, pompa infus serta oksigen konsentrator. Fasilitas ini sudah bertaraf internasional dan masyarakat bisa menghubungi call center 500911,” ujar dr Anastina Tahjoo, MARS.
Read the rest of this entry »

Alkohol Bikin Perut Besar dan Berat Badan Susah Turun

Berkeley, Satu lagi kerugian yang diperoleh jika mengonsumsi alkohol. Alkohol tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker payudara, tapi juga menambah berat badan dan memperbanyak lipatan perut. Semakin banyak seseorang minum alkohol, semakin sering ia harus berolahraga.Ketika alkohol masuk dalam tubuh, ia akan dipecah menjadi asetat. Hal ini membuat tubuh membakar zat tersebut (asetat) terlebih dahulu daripada zat lainnya yang dikonsumsi atau disimpan dalam tubuh, seperti lemak atau gula.
Alkohol akan menghambat proses oksidasi lemak dalam tubuh. Hal ini menyebabkan proses pembakaran kalori dari lemak dan gula terhambat dan akhirnya berat badan susah berkurang.Studi terkini menyebutkan bahwa kebiasaan minum alkohol berhubungan dengan pengingkatan ukuran lingkar pinggang dan perut. Bahkan konsumsi alkohol dalam jumlah kecil seklipun bisa memperlebar bagian perut.
Studi dilakukan terhadap 28.000 pria dan wanita usia pertengahan di Eropa. Profesor Martin Bobak, MD, PhD dari bagian epidemiologi University College London menemukan, pria yang mengonsumsi 100 gram alkohol (7 gelas) dan wanita yang mengonsumsi lebih dari 60 gram alkohol (4 gelas) dalam sebulan mengalami pembesaran lingkar pinggang yang lebih cepat daripada partisipan yang tidak mengonsumsi alkohol.
Read the rest of this entry »

Cerita Miring Dokter Indonesia di Time

Jakarta, Orang Indonesia tentunya sudah hapal sistem kesehatan di Indonesia yang masih jauh dari maksimal. Tapi kalau cerita miring soal kredibitas dokter Indonesia sampai diulas secara internasional tentunya harus menjadi perhatian khusus.Situs majalah Time edisi 17 Februari 2010 memaparkan sebuah esai panjang tentang bagaimana memprihatinkannya kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia. Tulisan tersebut ditulis wartawan Jason Tedjasukmana, yang menjadi koresponden untuk Time Asia.Intinya si jurnalis ingin menceritakan minusnya pelayanan kesehatan di Indonesia. Berkaca dari pengalaman pribadinya yang menderita sakit mata. Di saat tak ada satu dokter Indonesia pun yang bisa mendiagnosis penyakitnya, dokter Amerika bisa mengetahuinya hanya dalam 5 menit.Seperti dikutip dari Time, Selasa (23/2/2010), Jason menceritakan kisahnya.Saya tidak pernah menduga akan menceritakan sistem kesehatan di Indonesia yang buruk. Meski saya merasa ragu dengan prosedur kesehatan di negara yang sudah saya tempati sejak tahun 1994 ini, tapi saya cukup percaya dengan dokter-dokter lokal di Indonesia. Tapi ternyata saya salah.
Read the rest of this entry »

Seperti Apa Volume Suara Bicara yang Normal?

Jakarta, Orang yang berbicara terlalu keras atau pelan sama-sama menjengkelkan bagi yang mendengarnya. Mendengar orang bicara terlalu keras terkadang bikin sakit kepala tapi mendengar orang yang bicara pelan juga bikin susah telinga untuk mendengarnya. Suara yang dihasilkan oleh setiap orang memang berbeda-beda, ada orang yang berbicara dengan suara kecil tapi ada juga yang gaya bicaranya seperti teriak-teriak.
Orang yang bicara keras-keras sering dianggap suka cari perhatian atau terkadang menandakan pendengarannya mulai hilang. Menurut si empunya dia bicara biasa tapi buat orang lain dia sudah teriak-teriak.
Begitu juga dengan orang yang bicaranya pelan kemungkinan dia menderita conductive hearing loss, suatu kondisi yang mana seseorang hanya mendengar suaranya sendiri jauh lebih keras tapi bukan suara orang-orang lain. Sebenarnya seberapa besar intensitas volume suara yang normal?
Read the rest of this entry »